Blog

Cara Membaca Laporan Laba Rugi untuk Usaha Kecil

Oleh Tim Kriva, .

Banyak pemilik usaha menilai untung dari saldo rekening: uang bertambah berarti untung. Cara itu sering menyesatkan, karena saldo dipengaruhi hal yang bukan laba, seperti pinjaman, setoran modal, atau pembelian stok yang belum terjual. Laporan laba rugi menjawab pertanyaan yang lebih sempit dan lebih berguna: pada periode ini, usaha saya menghasilkan atau kehilangan berapa dari kegiatan jual-belinya?

Apa itu laporan laba rugi

Laporan laba rugi merangkum pendapatan dan biaya selama satu periode, misalnya sebulan. Selisihnya adalah laba (bila positif) atau rugi (bila negatif). Laporan ini tidak menunjukkan berapa uang yang ada di rekening. Itu tugas laporan lain, yaitu neraca dan laporan arus kas.

Susunan dasarnya

Urutan umum dari atas ke bawah:

  1. Pendapatan. Nilai penjualan barang atau jasa pada periode itu, setelah dikurangi diskon dan retur.
  2. Harga pokok penjualan (HPP). Biaya langsung barang yang terjual. Untuk toko, ini harga beli barang yang laku. Untuk usaha jasa, bisa berupa biaya tenaga atau bahan yang langsung terpakai pada pekerjaan.
  3. Laba kotor. Pendapatan dikurangi HPP.
  4. Biaya operasional. Sewa, gaji, listrik, internet, pemasaran, dan biaya sejenis yang tetap ada walau penjualan naik atau turun.
  5. Laba usaha. Laba kotor dikurangi biaya operasional.
  6. Pendapatan dan biaya lain. Misalnya bunga bank atau biaya administrasi bank.
  7. Laba bersih sebelum pajak. Hasil akhir sebelum pajak penghasilan.

Contoh hitungan sederhana

Angka ilustratif untuk sebuah toko selama satu bulan:

UraianJumlah
PenjualanRp 80.000.000
Dikurangi diskon dan retur(Rp 2.000.000)
Pendapatan bersihRp 78.000.000
Harga pokok penjualan(Rp 52.000.000)
Laba kotorRp 26.000.000
Gaji(Rp 9.000.000)
Sewa(Rp 5.000.000)
Listrik, internet, dan lain-lain(Rp 3.000.000)
Laba usahaRp 9.000.000

Dari tabel itu Anda dapat menghitung margin laba kotor: 26 juta dibagi 78 juta, kira-kira 33 persen. Angka ini berguna untuk membandingkan bulan ke bulan, bukan untuk dibandingkan begitu saja dengan usaha lain yang struktur biayanya berbeda.

Cara membacanya

  • Mulai dari laba kotor. Bila laba kotor turun padahal penjualan naik, periksa harga beli dan diskon. Mungkin barang dijual terlalu murah.
  • Lihat biaya operasional sebagai persentase pendapatan. Biaya yang tumbuh lebih cepat daripada penjualan menggerus laba.
  • Bandingkan dengan bulan sebelumnya, bukan hanya melihat angka satu bulan. Pola lebih informatif daripada satu angka.
  • Cari baris yang janggal. Biaya yang tiba-tiba besar atau pendapatan yang nol biasanya tanda salah catat, bukan kejadian usaha.

Mengapa laba bisa tampak keliru

  • Pembelian stok dicatat sebagai biaya. Stok yang belum terjual seharusnya menjadi persediaan, bukan biaya periode ini. Bila dicatat sebagai biaya, laba tampak kecil bulan ini dan terlalu besar bulan depan.
  • Penjualan kredit belum dicatat. Pendapatan diakui saat invoice terbit, tidak menunggu uang masuk. Bila hanya mencatat saat dibayar, laba berfluktuasi mengikuti kebiasaan bayar pelanggan.
  • Biaya yang belum ditagih vendor terlewat. Tagihan listrik atau sewa yang belum dibayar tetap merupakan biaya periode itu.
  • Pencampuran kepentingan pribadi dan usaha. Pengeluaran pribadi yang lewat rekening usaha membuat biaya tampak lebih besar.
  • Pinjaman dicatat sebagai pendapatan. Dana pinjaman adalah kewajiban, bukan penjualan.

Kebiasaan bulanan yang membantu

  1. Catat semua transaksi sebelum menutup bulan, termasuk biaya kecil.
  2. Cocokkan saldo bank dengan rekening koran (lihat panduan rekonsiliasi bank).
  3. Periksa umur piutang dan pastikan penjualan kredit sudah tercatat.
  4. Baca laba rugi bulan itu, bandingkan dengan bulan lalu, dan catat satu atau dua hal yang perlu ditindaklanjuti.

Mengerjakannya di Kriva

Kriva Core menyediakan laporan dasar, yaitu neraca saldo, buku besar, laba rugi, dan neraca, serta laporan per dimensi dan perbandingan periode. Karena invoice, biaya, dan stok memposting ke buku besar yang sama, laba rugi tersusun dari catatan yang sudah ada tanpa disusun ulang di lembar kerja. Modul Persediaan menghitung HPP otomatis dari biaya rata-rata, sehingga laba kotor mengikuti barang yang benar-benar terjual. Anda dapat menjadwalkan laporan dikirim lewat email.

Lihat daftar modul Kriva atau coba gratis.


Artikel ini bersifat informasi umum. Untuk penyusunan laporan keuangan resmi dan perpajakan, konsultasikan kepada akuntan atau konsultan pajak Anda.

Kerjakan di Kriva

Buat akun dan coba langkah-langkah di atas dengan data usaha Anda. Coba semua fitur 14 hari, lalu lanjut gratis dengan paket Free. Tanpa kartu kredit.

WhatsApp